Senin, Januari 26, 2015

Kata Asma Nadia Tentang Film Hijab

Kata Asma Nadia Tentang Film Hijab
Foto:Fimadani
HijabRemaja - Baru-baru ini, sutradara kawakan Hanung Bramantyo merilis film terbarunya berjudul Hijab. Film yang dirilis tanggal 15 Januari 2015 yang lalu mendapatkan reaksi beragam dari banyak kalangan. Terutama umat muslim tentunya. Karena apa yang ada di dalamnya dianggap membuat citra negatif pada islam.

Bahkan  penulis buku 99 Cahaya di Langit Eropa, Hanum Rais, melalui akun facebooknya menilai film Hijab dibuat oleh seorang yang beraliran Jaringan Islman Liberal (JIL). 

Melihat reaksi yang ada di masyarakat setelah melihat film Hijab. Asma Nadia mencoba memberikan tanggapan setelah nonton bareng suaminya melalui akun twitter. Seperti apa tanggapan Asma Nadia terhadap film Hijab. Silahkan baca kultwitnya.



1.        Semalam menonton Hijab bareng @isaalamsyah. Setuju dgn Pak @mdinsyamsuddin film ini tergarap bagus,meski ada bbrp celah utk disalahpahami
2.          Kecerdasan & kreativitas @Hanungbramantyo sebagai sutradara sangat terlihat di film Hijab. Secara nilai film ini jg punya pesan
3.          Hijab dipandang sebagai sesuatu yang ngetrend, saya nggak keberatan. Film ini mempromosikan habis butik @zaskiadyamecca jg haknya
4.          Poin baik ketika ungkapan positif tentang Hijab justru muncul dari karakter2 yang nggak berhijab di filmnya. This is good.
5.          Tapi setelah menonton film Hijab saya bisa memahami bbrp hal yang sensi dan berpotensi menyakiti seperti ulasan @hanumrais
6.          Hijab punya pesan kuat bahwa istri bisa berpenghasilan dan punya karir tapi keluarga tetap no 1 dan gak boleh lupa diri.
7.          Hikmah yg sebenarnya kuat di film Hijab tertutupi justru oleh detail2 yg jika dihilangkan @Hanungbramantyo tdk mengubah kebagusan filmnya
8.          Banyak alasan orang pakai jilbab, mulai dari fashion, menutupi kekurangan, nikah? dll. @Hanungbramantyo mengangkat realitas, harus diakui
9.          What I wish Hanung would do differently memasukkan bagian realitas yg dominan: bnyknya yg berjilbab murni krn hidayah, dorongan iman
10.      Bnyk muslimah berjilbab krn Allah, menempuh bnyk perjuangan, dikeluarkan dr sekolah/kantor, diusir, syahid, ini luput dari film Hijab
11.      Jk Sari mewakili sosok ini & pernikahan lalu membuat ibu, adik & keluarganya lain berhijab tp bukan Sari yg terpaksa, it would be better
12.      Luputnya perjuangan para muslimah yang berhijab tadi dari rekaman @Hanungbramantyo gak akan masalah jika judul filmnya bukan Hijab
13.      Itu fakta dan detail yang penting dlm Hijab, lebih sensi dari sekadar bikin film tentang Cina tapi nggak menyebut budaya minum teh.
14.      Detail lain adl foto2 yg mengesankan syiah dr dinding rumah suaminya Sari.Lalu foto Salman Rushdie bdampingan dgn foto @Hanungbramantyo
15.      prasangka baik cuma ide 'nakal' @Hanungbramantyo, tp memicu tudingan lbh kuat akan JIL. Pdhal jk detail ini tdk ada film g akan pincang.
16.      Lainnya sampai akhir film, pendapat istri gak boleh bekerja dan HARAM tdk diluruskan, padahal Khadijah ra pengusaha hebat.
17.      Istri boleh berpenghasilan, tapi dilakukan di rumah /tidak meninggalkan kewajibannya pada keluarga, & dgn izin suami, ini lbh tepat
18.      ada hal2 lain, tapi di luar kekhilafan itu, Hijab imho tetap film yg bs diapresiasi, punya nilai tidak spt film horor/seks gak jelas.
 

0 komentar:

Posting Komentar