HijabRemaja.com -
Melalui program JNESYS, akhirnya bisa menjadikan mimpi Enita Rahmah yang
dipelihara selama 7 tahun terwujud. Ya, En begitu dia biasa dipanggil, terpilih
menjadi salah satu dari 96 orang yang lolos dalam program tersebut.
En yang sejak duduk di bangku kelas 2 SMP menjadikan
jepang sebagai impian terbesar dalam hidupnya. Mimpi itu dicatat dan dipeliharanya
terus meski dia juga saat tercatat sebagai Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim
Malang mengambil jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Bukan atau bahkan tidak ada
hubungannya dengan negeri Sakura.
Namun remaja yang selalu mengenakan hijab ini mempunyai
banyak koleksi buku dengan nuansa Jepang. Begitu juga dengan style dari kamar
pribadinya, negera tempat kartun Doraemon dan Detective conan lahir sangat
terlihat. Karena memang dia sangat mengagumi budaya dan teknologi Jepang.
Segala hal berbau Jepang selalu menarik perhatiannya.
Bermimpi untuk bisa hidup di negara maju seperti Jepang menurut sebagian orang tentu merupakan suatu hal diluar kemampuan ataupun ditertawakan. Akan tetapi, berbeda dengan gadis kutubuku yang satu ini. Bukan hanya karena profesi ayahnya sebagai karyawan toko bangunan di Banjarnegara dan Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Sebagai anak sulung dari 2 bersaudara, ia merasa memiliki rasa tanggung jawab untuk membantu keluarganya.
Setidaknya ia bisa mencukupi kebutuhan pribadinya
sendiri. Terbukti ketika ia ingin kuliah, ia berhasil memperoleh beasiswa bidik
misi. Dengan begitu, orang tuanya tidak perlu memikirkan kebutuhan finansialnya
selama menuntut ilmu di Malang ini.
Mengapa ia begitu menyukai Jepang? Bukankah ia terdaftar sebagai mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris? Mengapa ia tidak bermimpi bisa berada di Hollywood ataupun London yang juga terkenal dengan budaya uniknya?
“Menurutku, dari budaya jepang itu tercipta teknologi. Kedisiplinan itu yang bikin orang Jepang sukses di bidang teknologinya. Menghargai orang lain dan tenggang rasa bener-bener dijunjung di sana. Jalan kaki aja ada aturannya biar pejalan kaki lain gak terganggu,” jawab gadis yang akrab dipanggil En ini.
Pada pertengahan Februari 2014, Ia mendapatkan info dari salah satu temannya lewat grup di facebook yang diposting oleh dosennya sendiri, Pak Kiki. "Beliau memposting mengenai ajang program pertukaran pelajar budaya Jepang yang dikenal dengan JENESYS (Japan-East Asia Network of Exchange For Students and Youths)," ujarnya. Enita merasa mimpinya semakin dekat.
Pada saat itu, Enita tergugah untuk mendaftarkan diri. Pada awalnya, keinginannya tidak direstui oleh kedua orang tuanya. Karena keras kepalanya, ia tetap diam-diam mendaftar di Malang. Pada saat itu masih hari liburan semester ganjil, Enita minta ijin orang tua untuk berniat ke Malang dengan alasan ingin mengambil KHS.
Setelah itu, tepat H-2 sebelum pendaftaran ditutup, ia melengkapi segala persyaratan program JENESYS dan mengikuti tahap seleksi: Tahap seleksi dokumen dan formulir pendaftaran dan Tahap Interview via telepon.
Entah karena kekuatan doanya, mahasiswi yang terkonsentrasi pada bidang sastra ini telah lolos seleksi dan akan berangkat ke Jepang, negara impiannya. Hal ini menjadi kegilaan tersendiri bagi Enita. Betapa tidak? Antara percaya atau tidak mimpi menapaki tanah Jepang sejak 7 tahun yang lalu telah terwujud. Sempat ia berpikir apakah ini bunga tidur ataupun perasaan negatif yang muncul di benaknya. Akan tetapi, setelah ia berada di salah satu hotel di Jakarta untuk pembekalan, inilah kesempatan emasnya yang membuat keyakinannya semakin tinggi.
Anita selama ini teleh memelihara mimpinya untuk hidup di
negeri Sakura dan dia selalu berusaha menyelaraskan dengan apa yang diimpikannya. Mau tau serunya cerita
tentang hidup dinegara itu? Nantikan kelanjutannya. (Sumber: BeritaJatim)

0 komentar:
Posting Komentar